Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas

Novel ini berpangkal dan berujung pada sosok burung yang memilih jalan sunyi. Akibat pertapaannya yang begitu lama, membuat berang tuannya yang selanjutnya melampiaskan kekesalannya pada perkelahian demi perkelahian. Pada salah satu perkelahiannya si tuan yang bernama Ajo Kawir dibuat babak belur (mereka sama-sama babak belur) oleh gadis yang menjadi pengawal seorang juragan brengsek yang telah menghamili janda penghuni rumah kontrakannya. Terkesan dengan niat tulus Ajo Kawir untuk menghajar tuannya yang memang brengsek itu, Iteung, si gadis pengawal itu, mengijinkan Ajo Kawir menghajar si juragan asal jangan sampai membunuhnya.

Iteung jatuh cinta pada Ajo Kawir, pun sebaliknya Ajo Kawir. Tetapi si burung pertapa tidak tertarik menanggapi kebahagiaan tuannya. Merasa tidak akan mampu membahagiakan Iteung, Ajo Kawir menolak cinta Iteung. Iteung kecewa, Ajo Kawir kecewa. Ajo Kawir menjadi lebih sering berkelahi. Suatu hari datang tawaran kepada Ajo Kawir untuk membunuh pimpinan berandalan yang bernama si Macan. Paman Gembul, orang yang memberikan tawaran, akan memberikan imbalan besar pada Ajo Kawir. Ajo Kawir menerima tawaran itu meskipun tidak tertarik dengan imbalannya. Dia hanya ingin berkelahi untuk bisa melupakan Iteung.

Iteung akhirnya tahu perihal si burung. Iteung bisa menerima, dan berharap Ajo Kawir mau mengawininya. Mereka pun kawin disaksikan kawan dan saudara, termasuk Budi Baik yang pernah menghajar Ajo Kawir karena cemburu akan Iteung. Perkawinan mereka berlangsung bahagia beberapa lama hingga akhirnya jari-jari Ajo Kawir kehilangan pesona. Iteung pernah merasakan tarian burung dari guru sekolah yang mencabulinya serta Budi Baik yang menawarkan bahunya. Iteung terlena hingga pada satu kesempatan ia jatuh dalam pelukan Budi Baik dan hamil. Ajo Kawir kalap. Ia keluar dari rumah dan kembali cari gara-gara. Kali ini dia berhasil menemukan si Macan yang sejak lama dicarinya. Dia bunuh si Macan meskipun si Macan telah pincang dan mengatakan berhenti dari dunia lamanya.

Ajo Kawir dipenjara karena membunuh si Macan. Iteung dipenjara karena membunuh Budi Baik beberapa saat setelah melahirkan.

Ajo Kawir tidak lagi berkelahi selepas keluar dari penjara. Dia meneladani si burung untuk mengambil jalan sunyi yang damai. Dia bekerja sebagai supir truk, dan mengirimkan uang hasil keringatnya untuk membesarkan gadis kecil yang lahir dari rahim istrinya. Iteung ditemui paman Gembul di penjara dan diberi 2 foto serta alamat polisi yang membuat burung Ajo Kawir menjadi pertapa. “Bunuhlah 2 polisi itu, mungkin burung suamimu akan kembali bernyanyi”.

Si burung memang akhirnya bangun, tapi bukan karena Iteung telah membunuh 2 polisi itu. Si burung dibangunkan oleh penumpang gelap di truk Ajo Kawir yang mengingatkannya pada Rona Merah, janda gila yang diperkosa oleh 2 polisi durjana. Ajo Kawir pulang demi rindu pada gadis kecil yang dia tempel fotonya di kabin truk. Juga pada Iteung demi menuntaskan kewajiban yang lalai ditunaikan si burung.

Iteung pun keluar dari penjara. Dia mampir untuk menghabisi 2 polisi celaka yang menjadi ujung pangkal kesengsaraan dia dan suaminya. Dia pulang dan mendapati Ajo Kawir menyambutnya di rumah. Mereka berdamai dan bertekad untuk hidup bahagia. Semua sempurna sekarang, Iteung, Ajo Kawir, gadis kecil, dan si burung.

Apakah cerita ini berakhir bahagia, sayangnya tidak. Hanya sehari Iteung di rumah sebelum dijemput kembali oleh polisi atas tuduhan pembunuhan terhadap 2 polisi yang seharusnya memang layak mati.

***

Eka Kurniawan benar-benar pencerita ulung. Dia berhasil menggambarkan karakter-karakter dalam novelnya menjadi begitu hidup. Dengan penggalan-penggalan kisah yang melatarbelakangi terbentuknya tiap karakter, Eka membuat kita paham, maklum, dan mendapatkan gambaran dari sudut pandang si karakter. Plot cerita yang disampaikan pun begitu asyik. Mengalir, meloncat, dan memberikan arah yang sulit tertebak.

Ini adalah novel kedua Eka yang aku baca setelah “Lelaki Harimau”. Dengan pengalaman menghanyutkan yang diberikan keduanya, sepertinya aku akan segera beli novel ketiga.

(11 Posts)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *