Sarah

Urusan cinta memang selalu rumit, bahkan dalam dunia kucing sekalipun.

***

Perkenalkan, namanya Sarah. Dia adalah penghuni lama kosan ini, dan dia adalah yang tercantik. Lihatlah bagaimana sorot matanya, dia tidak perlu berucap sepatah katapun untuk menarik perhatian kucing jantan yang dia inginkan. Cukup dengan isyarat mata genitnya, puluhan kucing jantan akan mengantri sampai ujung gang.

Sudah 2 hari ini Sarah bikin gerah penghuni kos 69. Dia sedang berahi dan membuat puluhan kucing jantan mengantri menimbulkan keributan. Mereka, para kucing jantan itu, saling berkoar mengeong dengan nada garang untuk menunjukkan dialah kucing jantan paling jantan, paling layak untuk mendapatkan Sarah. Mereka berkoar bersahutan sepanjang siang dilanjutkan berkelahi seru selepas malam. Kami, penghuni kos yang terganggu dengan suara bisingnya, akan melemparkan apapun yang bisa kami dapati, mengusir mereka untuk berkelahi di tempat lain. Mereka akan berlalu, mencari tempat lain untuk beradu tinju, dan mungkin akan mendapat lemparan barang-barang lain dari penghuni kos lain yang juga merasa terganggu.

Pagi ini aku mendapati Sarah menggeram di kejauhan, ditimpali suara kucing lain yang lebih berat dan lantang. Oh, rupanya perkelahian antar kucing sudah kelar menyisakan satu pemenang. Aku mengintip dari jendela kamar, ingin tahu sosok kucing sang pemenang. Rupanya dia adalah Belang, kucing gagah dan besar yang dibawa tetangga sebelah baru-baru ini. Ada bekas luka segar berupa gigitan di tengkuk dan sayatan luka menyilang di bahunya. Hoho.. Sarah pasti merasa bangga dan akan menikmati saat-saat bercintanya, karena Belang dengan bekas luka yang didapatnya terlihat semakin gagah dan garang.

Sarah berjalan ke ujung tangga. Sesampainya di atas dia meringkuk dan berguling menghadap dinding. Ekornya yang bergoyang-goyang seolah memanggil Belang untuk bergegas menyusulnya. Belang paham pada isyarat Sarah dan bergegas meloncat ke tangga atas. Dia mengitari Sarah, mengeong, berguling, menggeliat melemaskan kaki dan bahunya. Sarah menekuk kaki depannya, meninggikan sedikit pinggulnya, dan menaikkan ekornya ke atas.

“Ayolah Belang, apa yang kau tunggu. Aku sepenuhnya milikmu.”

Belang tersenyum, menekuk lehernya ke kanan dan ke kiri bersiap menindih Sarah dari belakang.

Ngeoonngg… brukk. Miaww.. grrhh..!!

Belang jatuh tersungkur. Seekor kucing jantan lain menubruknya dan kali ini menindihnya. Dia mencakar muka Belang, menginjak bekas luka di bahunya dan bersiap mengigit lehernya. Plak, giliran si kucing penyerang tersungkur. Sarah menghantam kepalanya dari samping dan menatap tajam mata si penyerang.

“Apa yang kamu lakukan bajingan!”, bentak Sarah.

Si penyerang berdiri, berbalik menatap tajam mata Sarah.

“Kamu mengenalnya Sarah?”, timpal Belang yang kali ini sudah bangun.

“Dia hanya masa lalu. Bajingan penghianat yang sudah aku lupakan”.

“Aku mencintaimu Sarah, dan aku tahu kamu pun masih mencintaiku”. Kali ini si penyerang berani bersuara.

Grrrhh… “Hei kucing sampah, aku sudah bertarung dengan puluhan kucing lain untuk mendapatkan Sarah. Kalau kamu menginginkannya, ayo bertarung denganku!”, tantang Belang.

“Sudahlah Belang, dia hanya kucing sampah seperti katamu. Aku tidak mengijinkannya bertarung melawanmu untuk mendapatkanku. Dan seperti yang semua kucing tahu, hanya kucing yang aku ijinkan yang boleh memilikiku melalui pertarungan. Kita pergi saja, mencari tempat lain untuk bercinta”. Sarah menggamit tangan Belang, menariknya pergi meninggalkan si penyerang yang bukan saja merusak momen bercintanya tapi juga mengaduk-aduk perasaannya.

“Jangan ganggu kami sampah!. Sarah tidak menginginkanmu, pergilah atau cakar-cakar ini akan mengoyak lehermu!”. Belang menjulurkan kuku-kuku tajamnya sebelum menuruti ajakan Sarah untuk berlalu.

Si kucing penyerang membiarkan mereka pergi. Amarahnya memuncak pada Belang tapi dia menahannya. Dia menahannya demi melihat kembali mata Sarah, mata yang sama yang bertahun-tahun sebelumnya membuat dia jatuh cinta.

(11 Posts)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *