Mahameru, Puncak Abadi Para Dewa

Jawadwipa terombang-ambing di atas lautan. Posisinya yang tidak stabil menyebabkan berbagai bencana. Sang Batara Guru kemudian menitahkan kepada para dewa untuk memenggal puncak Mahameru di India agar ditanam sebagai pasak pulau Jawa.

***

Mahameru dengan segala pesona alam dan mitologinya merupakan destinasi yang tidak mungkin dilewatkan bagi pecinta alam dan penghobi jalan-jalan seperti saya. Ini adalah pendakian kedua, setelah 2 tahun sebelumnya yang hanya sampai di Kalimati.

Hari Pertama (Kampus – Ranu Kumbolo)

Yang mengadakan acara sebenarnya teman-teman reporter kampus. Aku cuma nebeng karena kebetulan kenal sama pemimpin redaksinya 😀 . Itu pun hampir saja gak jadi karena tarik ulur jadwal di kampus plus kondisi badan yang masih sentrap-sentrup karena flu.

Sabtu pagi kami berkumpul di kampus. Total rombongan 13 orang diangkut menggunakan 2 armada biru yang sudah dicarter menuju Tumpang. Dari Tumpang kami ganti moda transportasi menggunakan jeep dengan bak terbuka menuju Ranu Pani. Tidak perlu aku ceritakan bagaimana serunya perjalanan dari Tumpang ke Ranu Pani. Apalagi melihat bukit Teletubis ketika berhenti di Jemplang, pertigaan antara Ngadas, Bromo, dan Ranu Pani.

Di Ranu Pani kami mengurus ijin pendakian, makan, salat, baru cap cus menuju Ranu Kumbolo. Jarak antara Ranu Pani ke Ranu Kumbolo sekitar 10.5 KM dengan jarak tempuh antara 4 – 5 jam. Bisa lebih, tergantung kondisi masing-masing pendaki.

Hari Kedua (Ranu Kumbolo – Kali Mati)

Pagi sekitar pukul 9.00 kami beres-beres untuk bersiap menuju Kalimati. Dari Ranu Kumbolo menuju Kalimati kita akan melewati Tanjakan Cinta yang legendaris itu, Oro-oro Ombo, Cemoro Kandang, dan Jambangan.

Apakah aku termasuk satu dari sekian orang yang memikirkan nama kekasihnya sambil meniti tanjakan cinta? Enggak. Kisah cintaku sama menanjaknya dengan tanjakan bukit ini, jadi gak perlu ditambah-tambahi. Huahaha.

Yang berbeda kemarin adalah kondisi Oro-oro Ombo. Kalau pada pendakian sebelumnya daerah ini kering dan gersang, kemarin begitu subur penuh bunga-bunga. Asyik buat foto-foto ala India.

Jarak antara Ranu Kumbolo ke Kalimati sekitar 7.5 KM dengan jarak tempuh antara 3 – 4 jam. Dan lagi-lagi bisa lebih tergantung kondisi masing-masing pendaki.

Hari Ketiga (Kalimati – Mahameru – Kampus Lagi)

Ini yang paling seru. Jarak antara Kalimati ke Mahameru sebenarnya hanya sekitar 2.7 KM tapi memiliki jarak tempuh paling lama. Bisa 4, 5, 6 bahkan sampai 7 jam. Medannya full menanjak dengan area pijakan berpasir yang membuat kaki berat diangkat serta gampang merosot.

Kami berangkat pukul 23.30 dan hanya bersembilan. 4 teman yang lain memilih untuk tinggal di tenda.

Pada kesempatan yang sekarang kami bisa melakukan summit karena jumlah pendaki tidak sebanyak pada pendakian sebelumnya. Saat itu bertepatan dengan tanggal 17 Agustus, jumlah pendaki begitu membludak. Pada malam menjelang summit, tim Savior berpatroli mewanti-wanti para pendaki agar tidak summit ke puncak karena jumlah pendaki di atas sudah terlalu banyak dan cukup mengkhawatirkan.

Beratkah menuju puncak?

Sangat..!!

Tapi jika benar-benar berusaha, kita akan mencapainya. Tidak sekali dua kali kami berhenti. Kecapekan, ngantuk, hilang konsentrasi. Dan di saat-saat seperti ini adanya teman untuk sekedar ngobrol basa-basi, saling menyemangati, sangat-sangat berarti. So pliss Indonesia, jangan mau diadu domba. Perseteruan kalian yang gak habis-habis diberitakan tivi itu, percayalah ada pihak lain yang mengambil keuntungan. Kalau kita bisa akur seakur para pendaki yang meskipun sama-sama belum kenal itu, lak yo enak. Bisa bareng-bareng sampe puncak. Semoga Indonesia tetap aman sejahtera.

***

Sudah habis ceritanya. Sebenarnya pengen berpanjang-panjang menceritakan tiap detailnya. Yang turun kemalaman, surat pendakian yang hilang, insiden ultraflu, sampai si cantik yang berantem sama pacarnya sehari sebelum mendaki. Tapi belum sempat sekarang, lain waktu InsyaAllah.

Yang terakhir terima kasih banget udah diajak sama teman-teman tabloid kampus, terutama bapak pimrednya. Akhirnya kesampaian Mahameru. Semoga kapan-kapan bisa jalan bareng lagi. Tengkyu.

(11 Posts)

2 thoughts on “Mahameru, Puncak Abadi Para Dewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *